Sejarah Desa Ketangirejo
Asal-usul, silsilah, dan rekam jejak perjalanan sejarah perkembangan desa dari masa ke masa.
Asal Usul & Sejarah Desa
Pemerintah Desa Ketangirejo
Desa Ketangrejo pada saat ini terdiri dari 7 (Tujuh) dukuh dan menurut keterangan sebelumnya kira-kira tahun 1911 terdiri dari 4 (empat) Kelurahan. Yang pada akhirnya pada tahun 1911 keempat Kalurahan melebur menjadi satu Kalurahan dan dinamakan Desa Ketangirejo yang dipimpin oleh Bapak Kromoredjo sampai tahun 1915. Selanjutnya beliau digantikan Bapak Kertib sampai tahun 1917, dan setelah itu diganti Bapak Amidjojo sampai Th. 1959 dan seterusnya diganti Bapak Moehamad Hadi.
Dukuh Trongso
Bermula dari Kyai Sampang dan Kyai Gringsing yang keduanya sedang dalam kondisi sangat bersedih (Jawa: nelongso), maka dinamakanlah Desa Trongso.
Dukuh Karanganyar
Semula dukuh ini termasuk wilayah Desa Pangkalan Kecamatan Karangrayung, namun seseorang bernama Ki Kudawaning Pati berkelahi terus menerus dengan tetangga Desa dan pada akhirnya pada Tahun 1911 Dukuh Karanganyar menyatakan bergabung ke Desa Ketangirejo, maka dinamakanlah Dukuh Karanganyar.
Dukuh Truwis
Bermula dari keseharian Bapak Truno yang suka berkelahi setiap hari terus menerus tiada henti (Jawa: ra uwis-uwis) maka dinamakan Dukuh Truwis.
Dukuh Kepoh
Bermula saat Mbah Soko berteduh di bawah pohon kepoh maka dinamakanlah Desa Kepoh.
Dukuh Ketangi
Bermula saat Mbah Wirogeng orangnya kelihatan lemah, namun waktu itu ada tanaman padi ketan roboh kemudian disabda oleh beliau dan tanaman padi tersebut berdiri tegak lagi (Jawa: tangi), oleh karenanya dinamakanlah Desa Ketangi.
Dukuh Glonggong
Bermula dari keseharian Mbah Hanuk yang suka memanjat pohon glonggong maka dinamakanlah Desa Glonggong.
Dukuh Sari
Bermula dari Mbah Dipo, di situ ada tanaman Pandan biasa berbunga maka dinamakanlah Desa Sari.
Punden Gempol
Di tengah area persawahan Desa Ketangirejo ada sebuah punden dinamakan Punden Gempol. Terdapat dua nisan pada punden tersebut hingga tahun 1979. Dan sekarang keadaannya baik, tiap-tiap orang punya hajat, selamatan di situ dinamakan nakanan Mbah Gempol. Tiap-tiap bulan Apit setahun sekali masyarakat Desa Ketangirejo beramai-ramai (pesta) makanan dan selamatan bersama-sama, masing-masing dukuhan ada yang mengadakan keramaian wayang dan lain-lain sebelum tahun 1982.
Desa Ketangrejo turut Kab. Denak pada Th. 1928, sampai sekarang turut Kab. Grobogan Purwodadi. Orang-orang Desa Ketangrejo semuanya beragama Islam.